Friday, August 3, 2007

Good News from Saudi Arabia



JAKARTA - Polemik yang pernah mengemuka tentang rencana Arab Saudi mencekal pesawat Garuda Indonesia terbang ke wilayahnya berakhir happy ending. Berdasar hasil audit tim General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi terhadap Garuda, kemarin diputuskan bahwa pesawat Garuda nanti tetap boleh memasuki negara tersebut.
“Tidak ada pelarangan dan restriksi (pembatasan) bagi Garuda untuk terbang ke wilayah Arab Saudi, baik secara normal reguler maupun untuk haji,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal setelah pertemuan tertutup dengan Tim GACA di gedung Dephub kemarin. Tim GACA datang ke Indonesia sejak 30 Juli 2007. Mereka terdiri atas lima anggota dan seorang teknisi ICAO.
Selama tiga hari, Tim GACA melakukan verifikasi audit kondisi keselamatan penerbangan Indonesia. Garuda Indonesia dijadikan objek sampel pemeriksaan dan verifikasi. Seluruh aspek penerbangan Garuda, mulai perawatan pesawat, operasi, hingga pelatihan sumber daya manusia (SDM) BUMN penerbangan itu, telah ditelisik oleh GACA. ”Garuda jadi sampel karena secara rutin terbang ke Arab Saudi,” tegasnya.
Menurut Jusman, dalam verifikasi tersebut memang ditemui beberapa protokol operasi penerbangan Garuda yang belum sepenuhnya sesuai dengan aturan. Tetapi, itu tidak menghambat Arab Saudi untuk tetap memberikan klarifikasi dan izin bagi Garuda. Beberapa hal tersebut tidak termasuk faktor utama, hanya minor, dalam masalah penerbangan. ”Hal-hal itu bisa dipenuhi dalam proses ke depan,” tegasnya.
Selain menegaskan Garuda bebas terbang ke Arab Saudi, otoritas penerbangan sipil negara itu juga memberikan rekomendasi mengenai perbaikan SDM regulator. Menurut Jusman, GACA melihat kecepatan pertumbuhan penumpang angkutan udara di Indonesia yang harus diikuti dengan kekuatan regulator pengawasan. ”Mereka (GACA) menekankan pada sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan itu,” tegasnya.
Untuk meningkatkan personel pengawasan penerbangan, Dephub berencana memperbaiki SDM regulator. Untuk itu, akan diadakan kerja sama dengan TNI Angkatan Udara serta ahli-ahli dari perguruan tinggi sebagai tenaga penunjang dan evaluasi. ”GACA dan organisasi penerbangan internasional lainnya juga akan dilibatkan dalam upaya itu,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, ke depan kedua negara sepakat untuk saling membantu memenuhi segala sesuatu yang terkait dengan peningkatan keselamatan penerbangan. Dasarnya, Indonesia dan Arab Saudi mempunyai visi dan misi yang sama terkait dengan tingginya frekuensi penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi dan sebaliknya. ”Kita sangat puas dengan respons Arab Saudi yang sangat cepat melakukan verifikasi audit, mengecek temuan, melakukan koreksi, dan bersikap,” tuturnya.
Ketua Tim GACA, Capt Berenji M Rashad, mengatakan, pihaknya percaya dan yakin dengan komitmen pemerintah serta stakeholder penerbangan Indonesia lainnya dalam upaya meningkatkan keselamatan penerbangan. Meski demikian, dia menilai Indonesia sedang menapaki proses untuk mencapai tujuan itu, baik dari sisi SDM maupun segi pendukung lain. ”Kami optimistis, itu benar-benar dilakukan,” ujarnya.
Di bagian lain, Dirjen Perhubungan Udara Budhi M Suyitno menambahkan, Tim GACA selanjutnya akan membuat laporan tertulis hasil verifikasi auditnya di Indonesia setelah mereka kembali ke negaranya. Hasilnya juga akan dikirim ke Indonesia, berikut beberapa rekomendasinya. ”Dalam pertemuan tadi, cuma disampaikan pokok-pokoknya,” terangnya.
Budhi menjelaskan, salah satu catatan dalam audit GACA menyangkut potensi kekurangdisiplinan regulator dalam hal pencatatan (recording) segala kejadian operasional penerbangan.
Dia mencontohkan, jenis dan nomor registrasi pesawat. Dua hal itu harus dicatat saat pesawat akan diterbangkan, tiba, maupun ganti pesawat. ”Sayang, kalau berangkat, dicatat; kalau datang, lupa tidak dicatat. Biasanya baru dicatat setelah satu atau dua hari,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengungkapkan bahwa GACA telah mengaudit maskapainya. Dia juga mengatakan telah bertemu dengan tim GACA. Mereka menilai tidak ada hal yang patut dikhawatirkan dalam penerbangan Garuda, baik untuk rute domestik maupun internasional. ”Mereka tetap menilai kita safe (aman),” jelasnya. source : http://www.sumeks.co.id

No comments:

Bookmarks

Add to Technorati Favorites