Thursday, May 15, 2008

JET - MAN, Manusia Terbang Tak Lagi Mimpi



Bila Anda sudah bosan menghadapi kemacetan di jalanan, mesin-mesin ini patut dipertimbangkan. Mesin pertama adalah ciptaan Yves Rossy, 47. Mantan pilot pesawat tempur asal Swiss itu selama lima tahun terakhir bekerja keras tak kenal lelah untuk menciptakan alat yang mendekatkan manusia kepada mimpi terbesarnya mendekati langit dan terbang bebas seperti burung.

Sedangkan mesin kedua adalah helikopter GEN H-4 produksi Genn Corporation asal Jepang. "Mainan" mahal yang diklaim sebagai helikopter terkecil di dunia ini bermesin dua silinder berkapasitas 125 cc. Dengan kapasitas satu penumpang, GEN H-4 bisa terbang hingga ketinggian 1.000 meter dengan kecepatan maksimum 90 kilometer per jam.

Kebetulan, kedua mesin itu diuji coba secara terpisah pekan lalu. Rossy dengan hanya menggunakan pelindung kepala (helm), sepasang sayap fiber elastis, dan empat mesin jet portabel yang disebut Jet-man di punggung sukses terbang melintasi pegunungan Alpen dengan kecepatan 70 kilometer per jam.


Namun, sukses menerbangkan mesin terbang ciptaannya tak membuat Rossy bebas dari masalah. Pria yang oleh rekan-rekannya disebut The Birdman (si manusia burung) itu harus berurusan dengan pemerintah Swiss atas prestasinya itu. Otoritas penerbangan Swiss menyamakan Rossy dengan pesawat yang tidak terdaftar dan mewajibkan dia harus memiliki izin sebelum terbang. Dasar keras kepala, Rossy mengabaikan perintah itu.
"Tidak. Untuk terbang, kamu tak butuh izin. Yang kamu butuhkan adalah sayap," ujar Rossy.

Beruntung, Gennai Yanagisawa, 75, pemimpin proyek helikopter GEN H-4 di Genn Corporation tak menghadapi pemerintah serewel pemerintah Swiss. Profesor Universitas Tokyo itu mengaku puas dengan uji cobanya menerbangkan GEN H-4 mengarungi udara kota Matsumoto pekan lalu.

"Mesin GEN H-4 ini memang belum merupakan produk akhir dan masih terbuka kemungkinan untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi," ujarnya
Ambisi terbesar Yanagisawa ialah mewujudkan imajinasi ilmuwan genius asal Italia, Leonardo da Vinci. Pada 1485, da Vinci mendesain ornithopter, pesawat terbang dengan sayap berkepak yang oleh tenaga manusia. Imajinasi tanpa implementasi itu akan dituntaskan Yanagisawa pada Minggu (25/5).

Pada hari bersejarah tersebut, Yanagisawa akan menerbangkan heli seberat 75 kilogram di Kota Vinci, tempat kelahiran Leonardo da Vinci. "Sejak saya menemukan konsep heli ini tahun lalu, saya tak pernah berhenti berharap bisa menerbangkan di tempat kelahiran da Vinci. Saya pikir dia akan bahagia," katanya.

Bagi yang berminat, kedua mesin terbang itu siap-siap diluncurkan untuk pasar komersial tahun ini. Rossy dan Yanagisawa memberikan ancar-ancar harga jual mesin "Gatotkaca" ciptaan mereka diperkirakan setara dengan harga mobil kelas menengah. (AFP/AP/kim)

Friday, January 11, 2008

MEDAN: THE SMILING METROPOLITAN

CITY TOUR :
1. Asam Kumbang Crocodile Park ; unbelievable view, where more than 2.000 crocodiles,big and small, move arround you.Like a dream
2. North Sumatera Museum; Tradition and historical facts of North Sumatera from thousand years ago.
3. Gunung Timur Temple; Uniquely old temple,built in colonial era, and use a very specific architecture.
4. "Rahmat"International Wildlife Museum & Galeery; the only one wildlife museum and galeery in Asia with a collection more than 600 species from all over the world.
5. Maimoon Palace ; From this palace, the old Deli Kingdom started to build a city, now called Medan.
6. Mesjid Raya Al Maksum ; An old biggest mesjid in the city built by Dutch architect. One of the Medan landmark.
7. Tjon A Fie Resident ; The property of prominent person,late Tjong A Fie. An old architecture with the mixture of Chinese and Malay style.
8. Colonial Building of Kantor Pos Besar Medan ; One of important Medan heritages. Located in the heart of the city, this post office stated as the zero kilometres of Medan city.

Food Centre :
1. Kesawan Square (open night)
2. Lily Suhairy
3. Semarang Food Centre (open night)
4. Pagaruyung
5. S.Parman Zone
6. Warkop Harapan (night)

Traditional Market :
1. Pajak Sambas, seafood centre
2. Pasar Ramai,newest fashion from Hongkong and Taiwan
3. Pajak Ikan, MAlay fashion and textile centre with interesting price.

Thursday, January 3, 2008

Visit Indonesia Year 2008


Meskipun gagal dua tahun berturut-turut dalam meraih turis, Indonesia nekat mengumumkan target ambisiusnya di tahun 2008 yaitu menarik 7 juta wisatawan mancanegara dari Asean, khususnya dari Singapura dan Malaysia. Pemerintah berharap meraup US$ 6.4 milyar dari Visit Indonesia Year 2008 yang kampanyenya akan dimulai oleh SBY pada tanggal 1 Januari nanti.

Sekedar informasi, 10 bulan pertama tahun ini Indonesia hanya mampu meraih 4 juta wisatawan, jauh di bawah target semula yaitu 6 juta wisatawan asing.

Slogan yang Ngawur

Slogan yang dipakai sudah sempat ditorehkan di badan pesawat Garuda pun mengundang cercaan karena “ngawur” secara tata bahasa maupun tidak komprehensif. Menyadari kesalahan tersebut Thamrin, Dirjen Kementerian Pariwisata akan menulis ulang slogan yang dipakai menjadi Celebrating Indonesia’s 100 Years of National Awakening.

Kritik lain yang dilayangkan terhadap slogan yang dipilih adalah apakah yang secara khusus dirayakan dari kejadian 100 tahun lalu itu? Tahun 1908 yang dijadikan patokan tentunya suatu kegiatan dari para pemuda yang dirintis Boedi Oetomo yang kita kenal dengan Kebangkitan Nasional. Namun semua itu tidak banyak diketahui orang di luar sana, di mana justru tema itu yang dipilih untuk mengundang mereka.

Sebagian besar cerita di atas saya baca dari harian yang terbit di Singapura. Ketika kembali ke Jakarta dengan hati berdebar saya menantikan perubahan besar paling tidak di Jakarta sebagai gerbang utama Indonesia untuk melihat langsung kesiapan Indonesia menghadapi Visit Indonesia Year 2008 yang tinggal beberapa hari lagi.

Apa yang Disajikan

Ternyata harapan saya tinggal harapan. Kecuali belalai gajah tempat keluar saya dari perut pesawat yang dikuasai oleh promosi salah satu bank nasional terbesar di Indonesia, saya tidak menemukan adanya perbedaan sekecil apapun. Dimulai dari suasana gelap di sepanjang koridor menuju ke Imigrasi. Saya melewati loket pelayanan Visa on Arrival yang segera menimbulkan antrian karena hanya ada 2 loket yang buka sementara tersedia 3 loket. Petugas yang melayanipun mahal senyum sehingga terkesan angker.

Ketika tiba di jejeran loket imigrasi, lebih parah lagi di mana tidak semua loket dibuka. Orang asing mau pun lokal membaur jadi satu menghadapi layanan yang tidak ramah dan lambat dari petugas imigrasi.

Tiba di tempat menunggu bagasi terlihat kerumuman manusia dari berbagai penerbangan mengelilingi hanya 2 dari 3 ban berjalan yang harusnya berfungsi semua. Petugas berteriak-teriak untuk mengingatkan penumpang yang baru mendarat dari berbagai penerbangan ke ban berjalan nomor berapa mereka harusnya menunggu karena minimnya informasi yang selayaknya tersedia. Mendengar teriakan mereka saya teringat terminal bis Kalideres di mana kondektur berteriak-teriak untuk mengingatkan penumpang ke jalur mana mereka harus pergi. Pelayanan di area bagasi sangat lamban namun tidak nyaman sehingga lengkaplah kekesalan di bandara.

Begitu keluar dari gedung, calo-calo taksi gelap langsung menyergap siapapun yang keluar dari pintu terminal kedatangan. Belum lagi preman-preman liar yang memaksa menawarkan jasa memasukkan koper ke mobil penumpang yang dijemput mobil pribadi meskipun tidak diminta dan setelahnya memaksa minta uang jasa. Bandara Internasional Sukarno Hatta benar-benar menjadi serupa dengan terminal bis daerah yang menjadi hal yang memalukan bagi bangsa ini. Meskipun demikian tidak ada tindakan nyata untuk memperbaikinya.

Keluar dari bandara saya melintasi jalan tol yang sampai hari ini harus bayar, padahal bertahun-tahun sudah dioperasikan. Celakanya lagi meskipun harus bayar melintasi jalan tol ini tidak lebih nyaman dibandingkan jalan serupa yang tidak perlu bayar dari pusat kota Singapura ke bandara Changi yang lega (3 jalur), bersih, dan hijau. Di jalan tol Cengkareng Jakarta, jalurnya hanya 2, gelap gulita karena lampu jalan yang sudah dipotong dari pajak kendaraan ketika mengurus pajak kendaraan setiap tahunnya lebih banyak yang mati. Di kiri kanan hanya ada pemandangan yang membosankan dan pompa-pompa air bercokol mengantisipasi genangan air laut.

Masuk lebih dalam ke kota, tidak ada pemandangan khusus yang membuat saya yakin bahwa Visit Indonesia Year 2008 akan terwujud dengan sukses. Kita mungkin sebaiknya berdoa bahwa hanya keajaiban yang mampu memenangkan target Indonesia untuk meraup 7 juta turis dengan apa yang mereka sodorkan sekarang ini. Dikiranya hanya bertopang dagu dan acara seremonial akan mendatangkan turis. Bekerjalah dengan keras saudara-saudaraku yang ada di berbagai sektor. Keajaiban datang pada mereka yang bertindak bukan pada yang hanya berwacana.(source:GUS WAI at http://www.wikimu.com/News/)

Bookmarks

Add to Technorati Favorites